I. PENDAHULUAN A. Perkembangan Politik Khulafaurrasyidin Rasulullah adalah pemimpin agama sekaligus pemimpin politik negara. Jadi, kebijakan agama dan negara ditentukan sendiri oleh beliau, tanpa ada bantahan dari masyarakat, namun ketika Rasulullah meninggal dunia, beliau tidak mengangkat seorang pengganti, tidak pula menentukan cara pemilihan penggantinya. Karena itu di saqifah bani sa’idah terdapat perslisihan antara sahabat muhajirin dan ansar, masing-masing menghendaki supaya pengganti rasul dari pihaknya. Dalam tengah kesibukan itu, Umar r.a membai’at Abubakar r.a. menjadi khalifah yang kemudian diikuti oleh sahabat-sahabat lainnya. [i]